Jadikan OPS Sebagai Staf TU

Ketemu lagi nich, kali ini saya akan menulis tentang OPS, OPS singkatan dari kata Operator Sekolah dimana tugasnya menginput data-data dari sekolah ke beberapa aplikasi yang di sediakan oleh dinas terkait. Entah darimana ide itu muncul, aplikasi pendataan bertebaran di dunia maya dan tanpa persiapan masing masing sekolah harus mempunyai Operator. Sungguh hal aneh menurut saya yang mengabdi pada sekolah tingkat dasar, dimana tidak ada staff TU tapi sekolah tingkat dasar diharuskan mempunyai operator yang mengurusi berbagai pendataan itu beserta berkas"nya, maka otomatis di antara kami(guru di SD) harus ada yang mau merangkap jadi guru + OPS. 

Banyaknya aplikasi yang ada cukup membuat kawan-kawan OPS menjadi bingung dan banyak pekerjaan dengan tanggunjawab yang besar tentang valid aatau tidaknya suatu data, termasuk saya...hehee
dapodik, padamu, vervalpd, vervalnisn, pip, e-pupns dan aplikasi yang lainya, cukup menguras tenaga, pikiran, dan waktu. Apalagi saat server yang digunakan overload karena terlalu banyak yang mengakses, tak jarang kami para OPS harus begadang sampe pagi demi terkirimnya suatu data tertentu, maka tak jarang saya sebagai salah satu OPS terpaksa harus ngantuk saat mengajar paginya.

Data yang kami kirimkan ke server sangat mempengaruhi bantuan apapun yang akan diterima sekolah, salah input data akan fatal akibatnya, bisa-bisa dana bantuan tak akan cair dan otomatis kegiatan sekolahan akan terganggu. Selain dana bantuan bagi sekolahan, data yang kita input juga berpengaruh terhadap tunjangan yang di terima oleh para tenaga pendidik di sekolah kita, salah sedikit juga akan berdampak tidak baik, tunjangan tak cair maka OPS lah yang akan jadi kambing hitam, padahal belum tentu kesalahan itu terjadi karena kesalahan OPs, bisa jadi karena server atau mungkin juga karena kesalahan PTK itu sendiri (saat data selesai di input dan akan di kirim ke server, OPS memnita PTK meneliti datanya dulu tapi si PTK tidak mau dan cuma bilang Borong geh mas/mbak OPS), otomatis hubungan antara OPS dan PTK akan terganggu dan pernah saya baca dari postingan kawan OPS di sebuah sosmed, ada OPS yang sampai dipolisikan gara-gara tunjangan si PTK tak cair,,,Tragis yachhh....
Baca Juga : Harapan seorang GTT
Saya yang mengabdi pada tingkat sekolah dasar yang merangkap guru + OPS sangat tidak nyaman, dan mungkin hal tersebut juga dirasakan kawan-kawan yang sperti saya. Dimana seharusnya kami konsen didalam kelas tapi pikiran kami harus terpecah dengan data data yang harus segera kami selesaikan dan kami kirimkan ke server. Maka lagi-lagi otomatis yang menjadi korban adalah peserta didik, yang diampu guru yang merangkap OPS. Harapan saya Mbok yao di SD itu ada staff TU paling tidak satu orang yang bertugas mengurusi pendataan + berkas-berkas, sehingga guru konsentrasi di dalam kelas bukanya memikirkan masalah OPS atau berkas-berkas yang harus dikumpulkan.

Sekian tulisan saya kali ini, bila ada saran, masukan atau mungkin tulisan anda ingin kami muat di sini silahkan mengirim email pada saya, email ada form contact. Setiap email yang masuk akan kami respon secepatnya. terimakasih...Bocah Edu 
Subscribe to this Blog via Email :

silahkan tulis komentar anda, boleh menaruh satu link aktif dengan catatan bukan situs dengan conten dewasa agar komentar anda tidak kami hapus.