Kecelakaan Yang hampir Merenggut nyawaku

LihatKami - Sobat blogger serta pengunjung blog yang saya banggakan, saya akan mencoba berbagi pengalaman saya saat mengalami kecelakaan keserempet kereta listrik waktu mnecoba mengadu nasib ke kota Jakarta. Saat itu saya bekerjka pada sebuah Factory Outlet di Jalan Balap Sepeda Kampung Melayu, pada hari itu tanggal 5 Desember 2015 saya sedang off alias libur, karena sebelumnya saya kerja di kedoya sebagai penjual eskrim (eskrim Mamia) namanya, kebetulan uang saya dipinjem seorang sahabat dan belom dikembalikan.
Tersambar Kereta gambar ilustrasi : www.bisnis.com

Hari Yang tak terlupakan

Saat kerja di Factory Outlet kebetulan saya bisa cari sampingan dengan jualan, jika ada yang pesan barang(pakaian) saya ambilkan dari toko tempat bekerja, Meski dengan sedikit keuntungan tapi alhamdulillah saat itu pesanan mulai lancar. Karena mulai lancar saya membutuhkan tambhan modal, pikir punya pikir saya inget masih ada sedikit uang yang dipinjem temen di kedoya. Hingga akhirnya saat sedang off(libur) tanggal 5 Desember 2015, saya sempatkan maen ke tempat temen di pasar Pesing Kedoya Jakarta Barat. Saya maen sampai sore di tempatnya tetapi bukan uang kembali yang saya dapat malah sebuah kecelakaan yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup saya. Tepatnya sekitar jam 5 sore ketika saya mau pulang ke bekasi saya berniat cuci muka dulu, karena letak toilet di pinggir rel kereta akhirnya terjadilah kecelakaan itu. Saya masih ingat betul kejadiannya, sebelum keluar dari kost temen saya sudah mendengar kereta akan lewat, tapi entah mengapa ketika saya berada diluar dan hendak ke toilet saya tidak mendengar apapun bahkan banyak orang yang berteriak menyuruh saya minggir tapi saya tek mendengarnya(banyak yang bilang di rel kereta banyak setan budek dan saat itu mereka menutupi telinga saya), saya hanya melihat orang melambai-lambaikan tangannya saya menoleh kebelakang kereta sudah dibelakang saya persis dan alhamdulillah kepala saya masih bisa menghindar dan alhasil pundak saya jadi sasaran bemper kereta, akhirnya saya terpelanting. Saat itu saya tidak pingsan, saya mencoba berdiri namun tak mampu saya teriak tolong dan banyak orang yang menolong saya membawa masuk ke kost temenku. Banyak sekali yang menonton dan berjubel hanya untuk sekedar  melihat kondisi saya, karena sakit yang saya rasakan teramat sangat saya marah-marah dan mengusir mereka semua. Temenku menghubungi saudara yang dekat dengan daerah itu, hingga akhirnya saya di bawa ke RSUD Tarakan menggunakan angkot dalam keadaan sadar saya mencoba menelpon keluarga saya dikampung dan mengabarikejadian hari itu, sesampai disana saya di Rontgent dan saya ingat betul apa yang diucapkan oleh si operator alat rontgentya "patahnya jelek ini", dan merujuk saya ke RSCM.
lingkaran merah adalah lokasiku keserempet kereta, gambar ilustrasi dari : www.jelajahpasar.org


Mendengra seperti itu sontak saya kaget dan berpikir uang darimana jika saya masuk RSCM, akhirnya kami berunding dan sepakat dibawa ke pengobatan alternatif. Hingga akhirnya pilihan berobat ke salah satu ahli tulang di taman kota, kedoya jakbar. Disana saya juga masih ingat saat lengan dan pundak saya dibetulkan posisinya dan diberi ramuan serta di balut menggunakan kapas+ramuan serta beberapa bilah bambu sebagai penguat. Di tempat ini ada beberapa hal misitis yang saya alami, di antaranya saya melihat cicak di dinding yang mempunyai ekor bercabang, serta saya melihat seorang wanita separoh badan dari paha ke atas pergi dari tempat saya dibaringkan(kata orang pinter, wanita itulah yang ingin mengajakmu<read=mati>), dan saya denger juga dari para penunggu pasien di sebelah saya memang di pasar pesing itu sering terjadi kecelakaan ketabrak kereta dan kebanyakan korbannya adalah cowok yang masih perjaka seperti saya waktu itu. ngeri dengernya,,,,,

Dijemput Pulang Ke Kampung

Setelah sembilan hari berobat di tempat itu, akhirnya orangtuaku dari kampung datang dan menjemputku pulang kekampung halaman. meski belom benar-benar sembuh tapi mungkin inilah yang terbaik, pulang dan meneruskan pengobatan di kampung karena di jakarta saat saya berobat disitu saya selalu sendirian, jadi dalam keadaan menahan sakit saya harus melakukan apa' sendiri.
Dikampung saya meneruskan pengobatan ke Musuk Boyolali, orang yang megobati sanggup datang kerumahku dan alhamdulillah saat ini saya telah pulih dan sembuh meski pergerakan lengan kiriku tak sempurna seperti dulu.
Subscribe to this Blog via Email :

silahkan tulis komentar anda, boleh menaruh satu link aktif dengan catatan bukan situs dengan conten dewasa agar komentar anda tidak kami hapus.